fbpx
Luar Negara

Minggu penuh bencana di Indonesia, Kalimatan Selatan diisytihar darurat

Lima orang terbunuh, dan seorang masih hilang setelah banjir dan tanah runtuh melanda Manado, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu berikutan hujan lebat di atas beberapa struktur tanah yang tidak stabil pada hari Sabtu, kata Badan Mitigasi Bencana Nasional, atau BNPB, dalam satu kenyataan pada hari Ahad.

Banjir juga membanjiri tujuh kabupaten di Kalimantan Selatan sejak Khamis, memaksa lebih dari 112,000 orang dipindahkan di wilayah itu.

Bencana di Manado menutup senarai bencana di Indonesia, yang menyaksikan tanah runtuh di Jawa Barat, gempa berkekuatan 6.2 di Sulawesi Barat, dan letusan gunung berapi di Jawa Timur.

Aditya Jati, ketua bahagian data, maklumat, dan komunikasi BNPB, mengatakan banjir di Manado secara beransur-ansur reda tetapi menasihati penduduk kota untuk tetap berwaspada.

“Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofizika (BMKG), Manado berpotensi mengalami hujan lebat hingga sederhana yang dapat disertai petir,” kata Raditya pada hari Ahad.


“BNPB mendesak masyarakat untuk berhati-hati di tengah musim hujan yang akan berlaku di beberapa kawasan hingga Februari,” katanya.

Pemerintah Kalimantan Selatan mengisytiharkan keadaan darurat pada hari Khamis setelah banjir menenggelamkan tujuh kabupaten dan kota, termasuk Tapin, Banjar, Banjar Baru, Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Tabalong, selama empat hari.

BNPB melaporkan 112,709 penduduk dipindahkan dari kediaman mereka, dan 27,111 rumah masih tergenang. Di beberapa tempat, kedalaman air antara dua hingga tiga meter.

Daerah Banjar paling teruk terjejas oleh banjir, dengan lebih daripada 51,000 orang kehilangan tempat tinggal, kata BNPB dalam satu kenyataan pada hari Sabtu.

“BNPB juga telah mengagihkan bantuan ke tujuh daerah yang terkena banjir, termasuk pakaian, makanan, terpal, tilam, selimut, dan peralatan bencana asas,” kata Raditya.

Ibu kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin, yang terletak di lokasi di mana Sungai Barito bertemu dengan Sungai Martapura, juga mengalami banjir akibat air pasang yang meningkat. Bandar ini dijangka aliran air dari Banjar dan Banjar Baru melalui Sungai Martapura akan meningkatkan paras air di bandar ini untuk beberapa hari ke depan.

“Kami memperkirakan gelombang akan naik esok dan akan kembali normal pada 21 Januari,” kata Hizbulwathoni, ketua jabatan sungai yang bekerja di jabatan pekerjaan awam dan perencanaan tata ruang Banjarmasin, kepada pejabat berita Antara pada hari Ahad.

“Tetapi limpahan dari kawasan jiran masih datang, jadi kami masih berjaga-jaga,” katanya.

(Visited 78 times, 1 visits today)

Show More

Related Articles

Back to top button