Nasional

Perbincangan bersahabat, kata Jokowi selepas pertemuan pertama dengan Ismail Sabri

PERTEMUAN pertama dengan Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob dianggap sebagai perbincangan bersahabat oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Media Indonesia melaporkan, Presiden Indonesia itu berkata, sebagai negara berjiran yang dekat dan merupakan bangsa serumpun, Indonesia dan Malaysia harus memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip yang saling menghormati dan saling menguntungkan.

“Dalam pertemuan pertama kami, kita berbicara sangat terbuka dan bersahabat,” ujar Jokowi ketika memberikan kenyataan media bersama Ismail Sabri di Ruang Teratai, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat hari ini.

Sejumlah isu yang dibincangkan dalam pertemuan pertama itu mengenai pentingnya kerja sama perlindungan warga negara Indonesia yang berada di Malaysia.


Dalam keterangan tambahan kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Menteri Luar Indonesia, Retno Marsudi menjelaskan bahwa Jokowi sentiasa menjadikan isu pelindungan Warga Negara Indonesia sebagai keutamaan.

Serentak itu, kedua-dua negara bersetuju agar Memorandum Persefahaman (MoU) agar perlindungan tenaga kerja domestik Indonesia dapat segera diselesaikan.

“Kemudian juga mengenai izin community learning center di Semenanjung (Malaysia) juga diberikan kelulusan sesuai prinsip hak pendidikan bagi semuanya,” katanya.

Joko Widodo juga meminta agar agar kedua negara segera menyelesaikan rundingan berkaitan batas negara meliputi batas darat maupun batas laut.

Menurut Presiden Indonesia, rundingan berkaitan isu tersebut sudah cukup lama berlangsung.

“Kita berharap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya masalah ini bisa segera diselesaikan,” tambahnya.

Kedua-dua pemimpin juga membahaskan isu berkaitan dengan pemulihan ekonomi pascapandemik.

Presiden Jokowi menyambut baik kenaikan angka perdagangan sebanyak 49 persen pada Januari-Agustus 2021, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Guna mendukung upaya pemulihan ekonomi, tadi kita juga sudah sepakat untuk dibuat Travel Corridor Arrangement (TCA) yang secara bertahap nanti akan kita membukanya satu per satu,” jelasnya.

Menlu Retno turut berkata, bahwa pasukan rundingan TCA akan segera melakukan perundingan.

Menurut perancangan, pada tahap pertama, TCA yang akan dibahas akan meliputi perjalanan diplomatik, kakitangan awam dan bisnis esensial.

Perundingan juga meliputi isu saling pengakuan sijik vaksin dan aplikasi pelindungan yang digunakan oleh negara masing-masing.

Selain isu-isu bilateral, Presiden Joko Widodo dan PM Ismail Sabri juga membahas sejumlah isu kawasan, antara lain soal situasi di Myanmar dan Laut China Selatan.

Media Indonesia turut melaporkan, Ismail Sabri dalam kenyataannya berkata, bahawa Malaysia menjamin kesejahteraan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Pihaknya melalui Kementerian Sumber Manusia juga membuka layanan aduan secara langsung dari para TKI yang tidak puas dengan majikan mereka, seperti masalah keterlambatan gaji.

“Mereka dapat terus mengajukan aduan secara langsung ke Kementerian Sumber Manusia. Hal ini untuk memberikan perlindungan kepada pekerja yang mungkin disalahgunakan dengan masalah gaji dan hal-hal lain yang tidak dapat mereka adukan kepada siapa pun,” ujar Ismail Sabri.

Mengenai koridor perjalanan antara kedua negara melalui travel corridor arrangement (TCA), PM Malaysia telah bersepakat dengan Presiden Indonesia untuk meminta menteri terkait melihat lebih detail mengenai hal tersebut.

“Insyaallah jika dipercepat untuk detailnya, sebelumnya kita sudah sepakat akan membuat pernyataan bersama untuk mengumumkan pembukaan perbatasan antara Malaysia dan Indonesia,” tambahnya.-SM

(Visited 29 times, 1 visits today)

Show More

Related Articles

Baca Juga Artikel ini
Close
Back to top button